Way Kanan.- Ribuan warga Way kanan, semalam ( 27 malam red ) tumpah ruah di dalam Tarup yang telah disiapkan oleh Panitia Pengajian Akbar Peringatan 1 Abad NU dan 25 tahun PKB yang digelar oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Way kanan di Kampung Punjul Agung Kecamatan Buay Bahuga Way Kanan, Lampung.

Pada peringatan satu abad NU dan 25 tahun PKB kali ini, DPC PKB Way Kanan menghadirkan Da’i Kharismatik NU Gus Muafiq yang berasal dari Sleman Yogyakarta, dan dihadiri oleh ribuan simpatisan Nahdiyyin dari 15 Kecamatan yang ada di Way Kanan, termasuk para petinggi Partai Politik, Pimpinan Pondok Pesantern, dan para Kiayi se Way Kanan. Semangat para kaum Nahdiyyin untuk bersliaturrahim dengan sesamanya dan dengan antusias mendengarkan petuah dan wejangan dari Gus Muafiq yang dibawakan dengan santai lugas dan luas.

“Seperti kita saksikan bersama Tarup ini penuh sesak oleh jama’ah Muslim dan Muslimah yang bersama sama ingin menambah wawasan ke agamaan yang langsung dari kiayi mereka ( Gus Muafiq red ), “ ujar Sairul Sidiq SH, Ketua DPC PKB Way Kanan..

Baca Juga  Resmi Terbentuk Surat Keputusan Tentang Struktur Pengurus Iwo Way Kanan Diserahkan Langsung Sektaris Jenderal Pusat Telly Natalia.

Masih menurut Sairul Sidiq SH, bahwa Partai Kebangkitan Bangsa tidak pernah membuka Front dengan pihak lain, buktinya pada malam itu banyak juga hadir Pimpinan partai politk yang tidak satu idiologi seperti partai Golkar, PKS dan PAN, pun demikian dalam undangn itu banyak juga orang diluar NU yang hadir,

“ Tujuan kami menghadirkan Gus Muafiq ke Way kanan karena kami yakin beliau mampu memberikan pencerahan pada masyarakat akan berbagai persoalan yang kerap mengemuka dan menjadi perdebatan sosial, selain itu PKB Way kanan juga ingin menyuguhkan kepada masyaralat Way kanan akan kesungguhannya membantu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Way Kanan khususnya dalam bidang peningkatan ukhuwah Islamiyah dengan menghadirkan Da’ i yang mumpuni di bidangnya,’ tegas Sairul Sidiq.

Pada kesempatan itu nampak hadir mengikuti pengajian Ketua DPD II Partai Golkar Way Kanan, Bambang Irawan , Ketua DPD PKS Way Kanan Aziz Muslim, Ketua DPC HANURA Nengah Putre dan Lukman Wakil ketua DPD PAN Way kanan,

Baca Juga  Grebek Dua Rumah, Satnarkoba Polres Pringsewu Amankan 3 Pelaku Penyalahguna Narkotika

Nampak pula Perwakilan Pengurus DPP PKB, Wakil Ketua DPRD Way kanan yang juga Ketua Pemenangan Pemilu DPC PKB Way Kanan H., Romli S.Pd, dan para Anggota Fraksi PKB DPRD Way Kanan, dan Bakal Calon Anggota DPRD PKB baik yang dari Provinsi Lampung, Fatihatul Khoiriyah , dan puluhan Balon PKB Way kanan yang berasal dari 5 Daerah pemlihan yang ada di Way Kanan.

Ketua Panitia pelaksana Mu’alimin, S.Pd menyampaikan aparesiasinya yang tinggi pada masyarakat yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan Pangajian Akbar tersebut yang tanpa pamrih ikut bahu membahu membantu panitia mempersiapkan dan merancang pelaksanan hingga berhasil dengan baik terutama kepada Abu Hatam selaku Tuan Rumah yang menyiapkan tanahnya untuk dijadikan lokasi pengajian juga pada Ansor, Banser, PN, PSHT, TTKDH dan IKS yang telah membantu kelancaran acara

“ Terima kasih sebanyakn banyaknya pada sedulur semua yang membantu bersama mengejar ibadah melalui Syiar islam terutama kepada Bapak Abu Hatam, dan minta maaf bila acara ini telah mengganggu aktipitas sehari hari bapak ibu semua, semoga semua Allah membalasnya sebagai Amal ibadah,” ujar Mu’alimin,

Baca Juga  Adanya Pengeroyokan Oknum Satpam Di Perusahaan PT PML, Pada Hari Kamis, 14 Desember 2023

Dalam pada itu, Gus Muafiq sendiri banyak memperi penjelasan tentang bagaimana NU mengatasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan baik sosial maupun keagamaan,

“ NU itu bukan tidak mengerti akan tetapi kami memandang segaa la sesuatu itu secara luas dan memikirkan sebab akibat, dan itulah sebabnya hingga kini NU terus berkembang menjadi besar, itu pula harapan kami pada masyarakat Way kanan, jangn mudah mudah menjustice orang lain buruk padahal ia itu masih saudara kita sendiri, melainkan mari secara perlahan megajaknya menuju pada kebaikan melalui edukasi yang kita berikan, seraya menutup tausiahnya dengan bahasa ibu sang istri yang ternyata berasal dari Oku Selatan,

“ Kite NU dak bedie dendam, tetapi perlakukan buruk tu kite maafkan ajungka menjadi lebih baik,” ujar Gus Muafiq mencaba bicara seperti logat asal sang istri yang disambut dengan riuh rendah jamaah setelah mengetahui istri sang Da’I berasal dari Oku tersebut,SAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *