Musrenbang 2026 Baradatu: Indeks Desa Lampaui Rata-Rata Kabupaten, Sekda Tekankan Prioritas SDM dan Ketahanan Lingkungan
Way Kanan – Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Baradatu di Aula Kecamatan Baradatu, Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan RKPD Tahun 2027 sekaligus implementasi RPJMD Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan menjadi forum strategis untuk menyepakati usulan prioritas pembangunan yang akan menentukan arah kemajuan daerah lima tahun ke depan. Untuk Tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.”
“Fondasi pembangunan yang kita rumuskan hari ini akan sangat menentukan kualitas kemajuan Way Kanan ke depan. Karena itu, setiap usulan harus selaras dengan prioritas daerah dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Sekda.
Adapun lima prioritas pembangunan yang menjadi pedoman, meliputi peningkatan kualitas SDM melalui layanan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting; penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan hilirisasi pertanian; peningkatan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar; tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital hingga kampung; serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Secara khusus, Sekda mengapresiasi capaian Kecamatan Baradatu. Berdasarkan data Indeks Desa Tahun 2025, rata-rata nilai Indeks Desa di Kecamatan Baradatu mencapai 79,00, melampaui rata-rata kabupaten sebesar 77,67. Dari 20 kampung, 9 berstatus Mandiri dan 11 berstatus Maju, tanpa ada lagi kampung Berkembang maupun Tertinggal. Capaian tertinggi diraih Kampung Gunung Katun dengan skor 90,24, disusul Kampung Banjar Baru dengan skor 84,88.
“Capaian ini menunjukkan komitmen dan kerja bersama yang kuat di Kecamatan Baradatu. Pertahankan dan tingkatkan kualitas pembangunan agar seluruh kampung semakin maju dan mandiri,” tegasnya.
Sekda juga memberikan arahan khusus terkait antisipasi bencana hidrometeorologi, dengan meminta aparatur kampung dan masyarakat proaktif melakukan normalisasi drainase, memastikan fungsi embung desa berjalan optimal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Selain itu, gerakan penghijauan di area kritis perlu digalakkan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan. “Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula kondisi fiskal daerah yang masih bergantung sekitar 90 persen pada dana transfer pusat dan provinsi. Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar akibat kebijakan efisiensi TKD Pemerintah Pusat. Menyikapi hal itu, Pemkab Way Kanan memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, belanja mandatory pendidikan dan kesehatan, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal. Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan PAD dan memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Melalui Musrenbang Kecamatan Baradatu ini, diharapkan terwujud perencanaan yang realistis, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi Kecamatan Baradatu dalam mewujudkan Way Kanan yang Mandiri dan Sejahtera.
