Bupati Way Kanan Ayu Hadiri Kegiatan Sosialisasi Gema Cermat

Bupati Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) yang diselenggarakan di GOR Kampung Taman Asri, Kecamatan Baradatu,Pada Kamis (25/09/2025).

Turut mendampingi Bupati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Way Kanan, Dhelya Machiavelli, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Camat Baradatu, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Baradatu.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan bahwa penggunaan obat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan proses penyembuhan. Namun demikian, kesalahan penggunaan obat maupun ketidaktepatan dosis justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru. Saat ini, masih banyak permasalahan terkait penggunaan obat yang dijumpai di masyarakat, mulai dari penyalahgunaan obat, efek samping obat dengan tingkat ringan hingga berat, beredarnya obat palsu, penggunaan antibiotik secara bebas, hingga peredaran narkoba dan zat berbahaya lainnya.

Baca Juga  Blambangan Umpu-Umpu Semengguk Untuk Pertama kalinya RUSD Zainal Abidin Pagar Alam Waykanan, Menangi Kasus Kembar 3,Dan Ketiga Bayi Dilahirkan Melalui SC (Operasi red)Dari ibu Novia Warga Kampung Pulau Batu Kecamatan Negeri Agung.

“Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara benar bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan tepat,” ujar Bupati Ayu.

Bupati menjelaskan bahwa Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat merupakan upaya bersama antara Pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam penggunaan obat secara tepat dan benar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis, fungsi, efek samping, serta dosis penggunaan obat sehingga dapat mendukung proses penyembuhan penyakit secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar semakin meningkat, sehingga dapat terwujud kemandirian dan perubahan perilaku dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Selain itu, penting juga untuk memahami bahaya penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, karena dapat menimbulkan resistensi antibiotik,” jelas Bupati.

Baca Juga  Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Resmikan Monumen Perjuangan CPM di Pringsewu

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program edukasi kesehatan guna membangun masyarakat yang sehat dan memiliki kesadaran tinggi terkait penggunaan obat yang tepat dan rasional.

Kepala Dinas Kesehatan, Srikandi, S.KM., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat yang tepat, benar, aman, dan rasional. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarkan pemahaman tentang penggunaan obat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, membangun kemandirian, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melatih kader sebagai fasilitator Gema Cermat, serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menyebarkan informasi terkait penggunaan obat secara tepat,” Terang Kadis Kesehatan.

Baca Juga  Kawanan Pencuri Modus Menguntil Yang Tertangkap Polisi Di Pringsewu Ternyata terlibat Pencurian Di Beberapa TKP LainKawanan Pencuri Modus Menguntil Yang Tertangkap Polisi Di Pringsewu Ternyata terlibat Pencurian Di Beberapa TKP Lain

Kegiatan ini diikuti oleh 430 peserta, yang terdiri atas 220 orang dari wilayah kerja UPT Puskesmas Baradatu dan 210 orang dari wilayah kerja UPT Puskesmas Gunung Labuhan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman dalam menggunakan obat secara benar, sehingga mampu mencegah praktik swamedikasi yang tidak tepat atau pengobatan mandiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *