SMP Negeri 1 Gulip Tanggamus di Duga Mark Up Anggaran Pemeliharaan Gedung
Tanggamus – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya mengenai kumuhnya sekolah,keramik lantai pada pecah rumput tumbuh subur di halaman sekolah, menjadi tanya besar prihal dugaan anggaran Dana BOS pada pos perawatan gedung, media kembali mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah SMP Negeri 1 Gulip, Kabupaten Tanggamus. Dugaan mark up dalam penggunaan anggaran perawatan gedung kembali menguat setelah kondisi sekolah dinilai jauh dari kata layak.
Upaya konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada kepala sekolah. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respon ataupun penjelasan resmi terkait penggunaan anggaran perawatan gedung yang menjadi pertanyaan publik.
Kondisi lingkungan sekolah yang tampak kumuh menjadi sorotan utama. Dari hasil pantauan di lapangan, rumput liar dibiarkan tumbuh tinggi di berbagai sudut sekolah, keramik lantai di sejumlah kelas terlihat pecah dan tidak segera diperbaiki, serta beberapa bagian bangunan tampak tidak terawat.
Seorang wali murid, sebut saja NK, turut menyampaikan keluhannya kepada media.
“Lihat sendiri saja, Bang. Lingkungan sekolah rumput sampai tinggi-tinggi, sekolah tidak dirawat,” keluhnya.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar: ke mana anggaran perawatan gedung yang setiap tahun dianggarkan melalui Dana BOS?
Padahal sesuai juknis BOS, sekolah berhak menggunakan anggaran tersebut untuk pemeliharaan sarana dan prasarana ringan agar siswa mendapat lingkungan belajar yang nyaman dan aman.
Minimnya transparansi serta tidak adanya klarifikasi dari pihak sekolah membuat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana perawatan gedung semakin menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pihak Dinas Pendidikan Tanggamus turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi sekolah yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang seharusnya tersedia.
Media akan terus melakukan penelusuran dan berupaya mendapatkan keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait untuk memastikan kejelasan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang negara tersebut.(Tim)
