Kejanggalan Anggaran Labkesda,Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Bungkam
Pringsewu – Sikap tertutup ditunjukkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu saat dikonfirmasi media terkait penggunaan anggaran pembangunan dan pengadaan fasilitas di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pringsewu.
Kejanggalan mulai mencuat setelah media melakukan pengecekan langsung ke lokasi Labkesda yang diketahui telah diresmikan dan disebut sudah bisa digunakan. Namun di lapangan ditemukan sejumlah hal yang menimbulkan tanda tanya.Rabo (11/3/2026)
Beberapa barang yang berada di dalam gedung diduga merupakan barang bekas atau second, salah satunya unit AC yang terlihat dibawa masuk saat proses pemasangan. Belum diketahui secara pasti apakah AC tersebut akan benar-benar dipasang sebagai fasilitas baru atau hanya sekadar disimpan di dalam gedung.
Selain itu, kondisi pagar di sekitar bangunan juga menimbulkan pertanyaan. Pagar yang terlihat masih menggunakan pagar lama tampak memiliki bekas pembongkaran, namun pekerjaan tersebut tidak diselesaikan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang telah dialokasikan.
Untuk mendapatkan klarifikasi, media mencoba melakukan konfirmasi resmi kepada Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu melalui pesan WhatsApp dengan beberapa pertanyaan, di antaranya:
Berapa total anggaran yang dialokasikan khusus untuk pembangunan gedung Labkesda?
Berapa total anggaran untuk fasilitas di luar gedung seperti AC, sumur bor, dan kebutuhan penunjang lainnya?
Apakah anggaran Labkesda juga mencakup pembangunan atau perbaikan pagar?
Apakah menurut Kepala Dinas anggaran yang digunakan sudah sesuai dengan peruntukannya?
Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu memilih tidak memberikan respons terhadap pertanyaan yang diajukan media.
Sikap bungkam tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi penggunaan anggaran publik menjadi sorotan, terlebih pembangunan Labkesda merupakan proyek yang menggunakan dana pemerintah yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Keterbukaan informasi sangat penting untuk menghindari kecurigaan publik terhadap potensi penyimpangan anggaran. Apalagi proyek fasilitas kesehatan daerah seperti Labkesda seharusnya menjadi prioritas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, bukan justru menyisakan tanda tanya.
Jika memang tidak ada masalah dalam penggunaan anggaran, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan
