Minim Kontribusi CSR, Warga Keluhkan Debu dan Kerusakan Jalan di Sekitar PP Berkah Jaya Ambarawa
PRINGSEWU – Sejumlah warga di sekitar pabrik penggilingan padi PP Berkah Jaya yang beralamat di Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengeluhkan dampak aktivitas operasional perusahaan yang dinilai belum diimbangi dengan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.
Keluhan warga tidak hanya terkait minimnya program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), tetapi juga kondisi jalan yang disebut mengalami kerusakan dan menimbulkan debu akibat tingginya lalu lintas kendaraan pengangkut padi menuju lokasi pabrik.
Saat dikonfirmasi, beberapa warga menyampaikan bahwa bantuan langsung dari perusahaan dinilai belum dirasakan secara signifikan.
“Kalau bantuan langsung tidak ada pak, paling dapat THR pas Idhul Fitri saja, itu juga berupa biskuit,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga menyoroti aktivitas kendaraan bermuatan padi dari luar daerah yang setiap hari keluar masuk area pabrik.
“Debu banyak karena yang masuk sini mobil-mobil pengangkut padi dari luar kota ke pabrik, sampai jalan rusak dan berdebu,” ungkap warga.
Menurut warga, yang paling diharapkan saat ini bukan sekadar bantuan simbolis, melainkan perhatian terhadap dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Mau kami masyarakat sini ya jalannya diperbaiki supaya tidak berdebu, karena jalan ini lebih banyak dipakai kendaraan yang keluar masuk bawa padi ke pabrik,” tambahnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.
Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa bentuk dan mekanisme pelaksanaan CSR dapat berbeda pada setiap perusahaan dan perlu diklarifikasi kepada pihak perusahaan.
Hingga berita ini ditulis, pihak PP Berkah Jaya disebut belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai kontribusi sosial perusahaan, kondisi jalan, maupun dampak debu yang dikeluhkan masyarakat.
Warga berharap ada dialog terbuka antara perusahaan, pemerintah setempat, dan masyarakat agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan dan kondisi lingkungan sekitar.
.
