Warga Keluhkan Dampak Operasional Pabrik Penggilingan Padi PP Berkah Jaya,Ambarawa Timur
PRINGSEWU – Sejumlah warga di sekitar pabrik penggilingan padi PP Berkah Jaya yang berada di Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menyampaikan keluhan atas dampak aktivitas operasional perusahaan yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.
Keluhan warga tidak hanya menyangkut minimnya program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), tetapi juga kondisi infrastruktur jalan yang disebut mengalami kerusakan dan menimbulkan debu akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut padi menuju lokasi pabrik.
Beberapa warga mengaku belum merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan di wilayah tersebut.
“Kalau bantuan langsung tidak ada pak, paling dapat THR pas Idul Fitri saja, itu juga berupa biskuit,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain persoalan sosial, warga juga menyoroti kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju lokasi pabrik. Menurut mereka, lalu lintas kendaraan bermuatan berat diduga mempercepat kerusakan jalan dan menyebabkan debu yang mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Saat dikonfirmasi, sejumlah pekerja di sekitar pabrik menyampaikan bahwa sejauh pengetahuan mereka belum terdapat kompensasi langsung kepada masyarakat sekitar.
“Kalau kompensasi langsung tidak ada ke warga, ini juga yang kerja kebanyakan bukan warga sini,” kata salah satu pekerja.
Pekerja tersebut juga menyebut sebagian besar padi yang digiling berasal dari luar daerah.
“Padi yang digiling rata-rata dari luar Lampung, ada dari Palembang, Jambi dan daerah lain. Makanya mobil muatan besar sering masuk ke sini,” ujarnya.
Pernyataan lain yang disampaikan pekerja menyebut aktivitas penyimpanan hasil gilingan di gudang perusahaan.
“Setahu kami pabrik cuma menggiling padi, tapi hasilnya banyak disimpan di gudang dan sudah lama tidak keluar,” ungkap pekerja tersebut.
Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan keterangan narasumber dan masih memerlukan penjelasan maupun klarifikasi dari pihak perusahaan terkait mekanisme produksi, distribusi, maupun penyimpanan hasil usaha.
Warga berharap perusahaan dapat lebih memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan, terutama melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan yang menjadi akses utama kendaraan operasional.
“Maunya warga jalan yang rusak dibenerin dan diaspal karena ini satu-satunya akses kendaraan keluar masuk pabrik penggilingan padi,” kata warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PP Berkah Jaya masih diharapkan memberikan tanggapan atau klarifikasi atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat demi menjaga asas keberimbangan dalam pemberitaan.
