Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kabupaten Way Kanan resmi menetapkan status siaga
Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kabupaten Way Kanan resmi menetapkan status siaga di tujuh kecamatan yang berisiko tinggi mengalami krisis air bersih dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Langkah taktis ini diambil menyusul penurunan drastis debit sumber air warga serta ditemukannya sejumlah titik panas (hotspot) melalui pantauan satelit.
Tujuh Wilayah Fokus Pengawasan
✓Zona Rawan Krisis Air & Karhutla: Blambangan Umpu, Way Tuba, Umpu Semenguk, Pakuan Ratu, dan Negeri Agung.
✓Zona Tambahan Waspada Karhutla: Negeri Besar dan Negara Batin.
Kalaks BPBD Way Kanan, Sufrianto, menegaskan bahwa kekeringan panjang berpotensi mengganggu pasokan air harian warga sekaligus mengancam produktivitas sektor pertanian setempat. Mengingat vegetasi yang makin mengering sangat mudah terbakar, pihak BPBD memperketat koordinasi hingga tingkat aparatur kampung untuk mendeteksi dini pergerakan api.
Masyarakat imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghemat penggunaan air bersih, serta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan titik api di sekitar pemukiman.
